Tidak selalu.
Pen 60/70 adalah salah satu penetration grade bitumen yang masih banyak digunakan. Namun, penetration grade hanya memberikan gambaran tertentu mengenai karakteristik binder berdasarkan pengujian pada kondisi yang ditentukan.
- Apa Itu Penetration Grade?
- Kenapa Penetrasi Saja Tidak Cukup?
- Apa Itu Performance Grade?
- Kenapa Temperatur Tinggi Penting?
- Bagaimana dengan Temperatur Rendah?
- Bagaimana dengan Fatigue Cracking?
- Pen 60/70 vs Performance Grade
- Apakah Artinya Pen 60/70 Sudah Tidak Berguna?
- Apakah PG Otomatis Membuat Jalan Lebih Awet?
- Kenapa Indonesia Tidak Bisa Disamakan Begitu Saja?
- đź’ˇ Catatan Lapangan
- Analogi Sederhana: Oli Mesin
- 🎯 Key Takeaway
- Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Glossary
Sementara itu, Performance Grade (PG) dirancang untuk menghubungkan karakteristik binder dengan rentang temperatur pelayanan dan mekanisme kerusakan yang relevan.
Secara sederhana:
Penetration Grade → mengklasifikasikan karakteristik binder berdasarkan pengujian tertentu
Performance Grade → menghubungkan performa binder dengan kondisi temperatur pelayanan
Karena itu, memilih binder seharusnya tidak hanya berdasarkan:
“Aspalnya Pen berapa?”
Tetapi juga:
“Aspal ini akan bekerja pada kondisi temperatur, beban, dan lingkungan seperti apa?”
Apa Itu Penetration Grade?
Penetration grade adalah sistem klasifikasi binder berdasarkan hasil penetration test.

Dalam pengujian tersebut, kedalaman penetrasi jarum standar ke dalam binder diukur pada kondisi temperatur dan pembebanan tertentu.
Untuk Pen 60/70, angka tersebut berkaitan dengan rentang nilai penetrasi yang diperoleh dari pengujian.
Secara sederhana:
Angka penetrasi lebih rendah → binder relatif lebih keras
Angka penetrasi lebih tinggi → binder relatif lebih lunak
Namun pengujian ini hanya memberikan informasi mengenai karakteristik binder pada kondisi pengujian tertentu.
Dan di sinilah keterbatasannya.
Kenapa Penetrasi Saja Tidak Cukup?
Bayangkan dua jalan.
Jalan A
Berada di wilayah dengan temperatur permukaan tinggi dan menerima lalu lintas berat.
Jalan B
Berada di wilayah yang lebih dingin dengan perubahan temperatur yang besar.
Keduanya membutuhkan binder yang mampu bekerja pada kondisi berbeda.
Masalahnya, penetration test dilakukan pada kondisi temperatur tertentu, bukan pada seluruh rentang temperatur yang akan dialami pavement selama masa pelayanan.
Artinya, nilai penetrasi saja tidak dapat menggambarkan seluruh perilaku binder terhadap:
- Temperatur tinggi.
- Temperatur rendah.
- Beban berulang.
- Aging.
- Deformasi.
- Fatigue.

Apa Itu Performance Grade?
Performance Grade (PG) adalah sistem grading binder yang menghubungkan karakteristik material dengan temperatur pelayanan pavement dan kebutuhan performanya.
Salah satu contoh:
PG 64-22
Secara sederhana:
64 → temperatur tinggi
-22 → temperatur rendah
Angka tersebut bukan berarti binder selalu “bekerja sempurna” tepat pada temperatur tersebut.
PG merupakan bagian dari sistem spesifikasi yang digunakan untuk mengklasifikasikan kemampuan binder terhadap kondisi temperatur tertentu berdasarkan pengujian performa.
Jadi:
PG mencoba menjawab pertanyaan yang lebih relevan: binder ini dirancang untuk menghadapi kondisi temperatur seperti apa?
Kenapa Temperatur Tinggi Penting?
Saat temperatur pavement meningkat, asphalt binder menjadi lebih lunak.
Jika binder terlalu lunak dan menerima beban berat berulang, campuran dapat lebih rentan terhadap permanent deformation.
Salah satu bentuknya adalah:
Rutting
Rutting adalah deformasi permanen yang membentuk alur di jalur roda.
Kondisi ini dapat diperparah oleh:
- Temperatur tinggi.
- Beban berat.
- Traffic loading berulang.
- Binder yang terlalu lunak.
- Mix design yang tidak sesuai.
- Pemadatan yang tidak optimal.
Karena itu, performa binder pada temperatur tinggi sangat penting, terutama pada jalan dengan beban berat dan temperatur pavement tinggi.
Bagaimana dengan Temperatur Rendah?
Di sisi lain, temperatur rendah dapat membuat asphalt binder menjadi semakin kaku.
Jika pavement mengalami penurunan temperatur yang signifikan, tegangan termal dapat berkembang.
Jika kemampuan binder dan campuran untuk mengakomodasi tegangan tersebut tidak mencukupi, cracking dapat terjadi.
Salah satu jenis kerusakan yang berkaitan dengan temperatur rendah adalah:
Thermal Cracking
Retak yang dapat berkembang akibat kontraksi material ketika temperatur turun.
Karena itu, binder juga harus memiliki performa yang memadai pada temperatur rendah.
Bagaimana dengan Fatigue Cracking?
Ini juga perlu dibedakan.
Fatigue cracking terutama berkaitan dengan pembebanan lalu lintas berulang dan respons struktur pavement.
Temperatur dan sifat binder dapat memengaruhi respons campuran, tetapi fatigue cracking tidak semata-mata disebabkan oleh “suhu dingin”.
Jadi jangan menyederhanakan:
Dingin = fatigue cracking
Yang lebih tepat:
Fatigue cracking merupakan hasil akumulasi kerusakan akibat pembebanan berulang, yang dipengaruhi oleh struktur pavement, material, temperatur, dan kondisi lainnya.
Pen 60/70 vs Performance Grade
| Aspek | Penetration Grade | Performance Grade |
|---|---|---|
| Dasar klasifikasi | Penetration test dan parameter konvensional lainnya | Karakteristik performa binder |
| Temperatur | Pengujian pada kondisi tertentu | Dikaitkan dengan temperatur pelayanan |
| High-temperature behavior | Terbatas dalam menggambarkan performa | Dievaluasi melalui parameter performa |
| Low-temperature behavior | Informasi terbatas | Secara khusus dipertimbangkan |
| Aging | Tidak menggambarkan seluruh efek aging | Pengujian dapat mencakup kondisi binder setelah aging |
| Tujuan | Klasifikasi karakteristik konvensional | Menghubungkan binder dengan kondisi pelayanan |
Apakah Artinya Pen 60/70 Sudah Tidak Berguna?
Tidak.
Ini juga penting.
Penetration grade bukan berarti “salah” atau otomatis buruk.
Sistem tersebut masih digunakan secara luas dan dapat sesuai untuk aplikasi tertentu ketika dipilih berdasarkan spesifikasi dan kondisi proyek.
Masalahnya muncul ketika:
Satu grade dianggap cocok untuk semua kondisi tanpa mempertimbangkan temperatur, lalu lintas, aging, dan karakteristik pavement.
Jadi bukan:
Pen 60/70 = buruk
Tetapi:
Pemilihan binder tanpa mempertimbangkan kondisi pelayanan = berisiko.
Apakah PG Otomatis Membuat Jalan Lebih Awet?
Tidak juga.
Binder hanyalah salah satu bagian dari sistem pavement.
Jalan tetap bisa rusak jika:
- Struktur pavement tidak sesuai.
- Subgrade lemah.
- Drainase buruk.
- Mix design salah.
- Agregat tidak sesuai.
- Pemadatan buruk.
- Beban kendaraan melebihi desain.
- Konstruksi tidak memenuhi spesifikasi.
Jadi jangan berpikir:
PG tinggi = jalan pasti awet.
Yang benar:
Binder harus sesuai dengan kondisi pelayanan dan bekerja sebagai bagian dari sistem pavement yang dirancang dengan benar.
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Disamakan Begitu Saja?
Indonesia memiliki kondisi yang sangat beragam.
Perbedaan dapat muncul dari:
- Temperatur.
- Ketinggian lokasi.
- Curah hujan.
- Intensitas radiasi matahari.
- Traffic loading.
- Jenis kendaraan.
- Kondisi tanah.
- Kondisi drainase.
Bahkan pada wilayah yang sama, kondisi pavement dapat berbeda karena beban lalu lintas dan lingkungan.
Karena itu, pemilihan binder seharusnya mempertimbangkan kondisi aktual proyek.
đź’ˇ Catatan Lapangan
Jangan hanya bertanya: “Pen berapa?” Tambahkan pertanyaan: “Berapa temperatur pelayanan?” “Berapa beban lalu lintasnya?” “Bagaimana kondisi lingkungan?” “Apa mekanisme kerusakan yang paling kritis?” Baru setelah itu pilih binder yang sesuai.
Catatan Lapangan
Analogi Sederhana: Oli Mesin
Logikanya mirip dengan memilih oli mesin.
Kamu tidak memilih oli hanya karena:
“Ini oli.”
Kamu mempertimbangkan:
- Temperatur operasi.
- Beban mesin.
- Kondisi penggunaan.
- Spesifikasi mesin.
Begitu juga asphalt binder.
Tidak semua jalan membutuhkan binder dengan karakteristik yang sama.
Tetapi analogi ini hanya untuk membantu memahami konsepnya. Sistem grading oli dan asphalt binder tentu tidak identik secara teknis.
🎯 Key Takeaway
Bukan berarti Pen 60/70 tidak bisa digunakan. Masalahnya adalah menganggap satu grade cocok untuk semua kondisi.
Penetration grade memberikan informasi tertentu mengenai karakteristik binder.
Performance Grade memberikan pendekatan yang lebih erat dengan temperatur pelayanan dan kebutuhan performa.
Pada temperatur tinggi, binder harus mampu membantu campuran menahan deformasi.
Pada temperatur rendah, binder harus mampu mengakomodasi kondisi yang dapat menyebabkan cracking.
Dan semuanya tetap harus dipertimbangkan bersama:
Binder + Aggregate + Mix Design + Pavement Structure + Traffic + Climate + Construction
Jadi:
Beda kondisi jalan, bisa berarti beda kebutuhan binder.
Sebagai bagian dari pengetahuan material dan perkerasan, Road Knowledge Hub ID menempatkan pemilihan binder dalam konteks kondisi pelayanan, material, struktur pavement, traffic, climate, dan construction—bukan hanya berdasarkan satu angka penetration grade.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah Pen 60/70 masih bisa digunakan?
Ya. Pen 60/70 masih dapat digunakan jika sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan proyek.
Apakah Pen 60/70 cocok untuk semua daerah?
Tidak bisa diasumsikan demikian. Pemilihan binder perlu mempertimbangkan temperatur, traffic loading, lingkungan, dan spesifikasi proyek.
Apa perbedaan Penetration Grade dan Performance Grade?
Penetration Grade terutama mengklasifikasikan binder berdasarkan pengujian penetrasi dan parameter konvensional, sedangkan Performance Grade menghubungkan karakteristik binder dengan kondisi temperatur pelayanan dan performa.
Apa arti PG 64-22?
Secara sederhana, angka pertama berkaitan dengan temperatur tinggi dan angka kedua dengan temperatur rendah dalam sistem PG.
Apakah temperatur tinggi menyebabkan rutting?
Temperatur tinggi dapat meningkatkan kerentanan campuran terhadap permanent deformation, tetapi rutting juga dipengaruhi oleh beban, mix design, agregat, pemadatan, dan struktur pavement.
Glossary
- Penetration Grade
Sistem klasifikasi asphalt binder berdasarkan hasil penetration test dan parameter konvensional lainnya.
- Pen 60/70
Salah satu penetration grade asphalt binder dengan rentang penetrasi tertentu.
- Performance Grade (PG)
Sistem grading asphalt binder yang menghubungkan karakteristik binder dengan temperatur pelayanan dan kebutuhan performa.
- PG 64-22
Salah satu designation Performance Grade yang menunjukkan klasifikasi temperatur tinggi dan rendah dalam sistem PG.
- Rutting
Permanent deformation yang membentuk alur pada jalur roda.



